![]() |
| Sejumlah tokoh agama dan masyarakat menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka" dalam Konser Kebangsaan. |
SEMARANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk ikut merawat kerukunan dan kebhinekaan melalui kolaborasi lintas elemen masyarakat. Komitmen itu salah satunya diwujudkan dengan menghadiri Konser Kebangsaan bertema “Senandung Harmoni Membangun Negeri 2026” di Holy Stadium Semarang, Kamis (1/10).
Acara ini diselenggarakan bersama Pemerintah Kota Semarang dan Kantor Kementerian Agama Kota Semarang. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Asisten Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Isyak Meirobie, Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila Irene Camelyn Sinaga, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kepala Kantor Kemenag H Muhtasit, pimpinan organisasi kemasyarakatan, serta berbagai unsur masyarakat.
Sekretaris Umum MUI Kota Semarang Dr H Ismail SM MAg hadir dalam kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila tersebut. Ia didampingi Anggota Komisi Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Penerbitan MUI Kota Semarang Salman Daryono, serta 20 mahasiswa UIN Walisongo.
![]() |
| Bersama para mahasiswa UIN Walisongo. |
Ismail menyampaikan, konser menjadi ruang bersama bagi pemerintah, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, seniman, budayawan dan masyarakat untuk memperkuat pesan persatuan di tengah keberagaman.
Sebab, menurutnya, semangat kebangsaan dan kerukunan merupakan nilai yang harus terus dirawat bersama. Terlebih, masyarakat Kota Semarang hidup dalam keberagaman latar belakang, agama, budaya dan kelompok sosial.
“Semangat kebangsaan harus terus dirawat bersama. Keberagaman bukan alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang rukun dan saling menghormati,” ujarnya.
Dia mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak seharusnya berhenti sebagai agenda seremonial. Momentum tersebut perlu menjadi pengingat untuk memperkuat komitmen bersama terhadap Pancasila, persatuan, toleransi dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
Ismail juga menilai seni dan budaya dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan kebangsaan. Melalui musik dan pertunjukan budaya, nilai persatuan dapat diterima secara lebih dekat oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
![]() |
| Kolaborasi dalam gerak tari dan lagu dalam konser harmoni kebangsaan. |
Pancasila dalam Kehidupan
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan, Pancasila harus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa sekaligus diterjemahkan dalam kebijakan dan program pemerintah yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurut Agustina, nilai-nilai Pancasila memiliki keterkaitan erat dengan tujuan negara sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945, mulai dari melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa hingga ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial.
“Pancasila memengaruhi cara kita menjalankan Kota Semarang. Nilai-nilai itu harus diterjemahkan dalam program-program pemerintah,” katanya.
Dia mencontohkan semangat gotong royong yang diwujudkan melalui berbagai program pemerintah kota. Prinsip tersebut diarahkan agar kelompok masyarakat yang memiliki kemampuan ikut menjaga dan membantu kelompok yang membutuhkan.
Program pemerintah juga diarahkan pada peningkatan pendidikan, kesejahteraan masyarakat dan penguatan sektor ekonomi, termasuk dukungan bagi para pendidik serta kepastian dan perlindungan dalam menjalankan aktivitas usaha.
Agustina menambahkan, pembangunan Kota Semarang tidak semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi. Pemerintah juga berkepentingan memastikan keselamatan, kesehatan, kesejahteraan dan ketenteraman masyarakat.
Karena itu, momentum Hari Kesaktian Pancasila sekaligus menjadi kesempatan untuk kembali memperkuat toleransi dan kerukunan sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Kota Semarang.
Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan konser yang dinilai merepresentasikan keberagaman Indonesia. Kekayaan seni dan budaya Nusantara ditampilkan melalui pertunjukan musik dan tarian dari berbagai daerah.
Sementara Asisten Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Isyak Meirobie mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perkembangan era digital.
Menurut dia, perkembangan teknologi dan algoritma media sosial turut memengaruhi cara masyarakat memandang perbedaan. Karena itu, penguatan empat konsensus dasar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI, menjadi penting dalam menjaga keutuhan bangsa.
Masyarakat juga diajak memanfaatkan teknologi sebagai sarana memperkuat persatuan dan kedaulatan kognitif, bukan menjadi ruang berkembangnya polarisasi.
Perpaduan musik dan seni budaya dalam konser tersebut semakin menegaskan pesan bahwa keberagaman merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Indonesia.
Bagi MUI Kota Semarang, ruang-ruang kebersamaan semacam itu menjadi bagian penting dalam menjaga harmoni sosial sekaligus memperkuat persatuan di tengah kemajemukan masyarakat.(*)



0Komentar