TfMiBSz8TpMiGSWiBUO5GUriGi==
00 month 0000

Headline:

Seminar dan Peluncuran Buku Biografi 70 Tahun Prof Erfan Soebahar, UIN Walisongo Angkat Keteladanan Guru Besar


Semarang- Suasana penuh penghormatan mewarnai Seminar dan Launching Buku Biografi 70 Tahun Prof. Erfan Soebahar: Jejak Langkah Pendidik, Pendakwah, dan Pemimpin Inspiratif di Ruang Teater Gedung KH Sholeh Darat, Kampus 3 UIN Walisongo Semarang, Senin (6/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai tokoh akademik, ulama, dan pejabat, di antaranya Taj Yasin Maimoen, Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Dr Musahadi MAg, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr KH Ahmad Darodji MSi, para akademisi, ulama, serta keluarga besar kampus.

Buku biografi tersebut mengangkat perjalanan hidup Prof Dr KH Moh Erfan Soebahar, MAg sebagai pendidik, pendakwah, sekaligus pemimpin yang dinilai telah memberikan kontribusi besar bagi dunia akademik dan kehidupan keagamaan.

Buku setebal 404 halaman plus yang disusun oleh tim yang diketuai Dr KH Ismail SM MAg itu, melibatkan sekitar 80 tokoh dari berbagai kalangan yang memberikan testimoni mengenai kiprah Prof Erfan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Erfan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian peringatan usia 70 tahun sekaligus peluncuran buku biografinya.

Menurutnya, sebuah karya tulis tidak sekadar menjadi dokumentasi perjalanan hidup, tetapi juga dapat menjadi warisan nilai bagi generasi mendatang.

"Melalui tulisan, kenangan, ulasan, dan pesan-pesan baik, kita dapat memberikan bekal bagi masa depan. Apa yang telah dilalui dapat menjadi pelajaran untuk melangkah lebih baik demi meraih ridha Allah," ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda untuk tidak takut melangkah dan tidak takut berbuat salah selama memiliki kemauan untuk memperbaiki diri.

"Yang paling penting adalah siap melangkah. Salah itu bagian dari proses menuju kesuksesan, selama kita mau memperbaikinya. Biasakan membaca perjalanan para pendahulu dan jadilah inspirasi bagi generasi sekarang maupun yang akan datang," pesannya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menilai sosok Prof Erfan merupakan teladan yang berhasil memadukan peran sebagai akademisi, ulama, dan pendidik masyarakat.

Ia mengungkapkan, kiprah Prof Erfan menjadi inspirasi karena tidak hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga menunjukkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

"Beliau berhasil menggabungkan tradisi pesantren dengan dunia akademik. Yang kita teladani bukan hanya ilmunya, tetapi juga keteladanannya. Di era sekarang, kita tidak hanya membutuhkan ilmuwan, tetapi juga sosok uswah atau teladan," kata Gus Yasin.

Ia juga mengapresiasi tradisi literasi yang diwujudkan melalui penerbitan buku biografi tersebut dan berharap dapat memotivasi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk gemar membaca dan menulis.

Rektor UIN Walisongo, Prof Musahadi, mengatakan peluncuran buku tersebut merupakan bagian dari upaya kampus membangun tradisi akademik yang menghargai kontribusi para guru besar.

Menurutnya, pengalaman dan pemikiran para profesor yang telah purna tugas perlu didokumentasikan agar menjadi sumber inspirasi bagi generasi penerus.

"Kami ingin mengembangkan tradisi bahwa guru besar yang telah memberikan kontribusi besar bagi perguruan tinggi perlu diwariskan pemikiran dan keteladanannya. Nilai-nilai itulah yang menjadi semangat bagi generasi berikutnya," ujarnya.

Ia menilai Prof Erfan merupakan sosok yang mampu menjaga keseimbangan antara peran akademik dan pengabdian kepada masyarakat. Selain sebagai guru besar, Prof. Erfan juga masih dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia Kota Semarang sebagai ketua umum, yang menunjukkan besarnya kepercayaan publik terhadap kapasitas keilmuan dan kepemimpinannya.

"Beliau adalah contoh guru besar yang mampu memerankan dunia akademik dan dunia kemasyarakatan secara berimbang. Sosok yang produktif, santun, dan istiqamah dalam pengabdian. Banyak nilai yang dapat dipelajari oleh generasi muda," tutur Prof. Musahadi.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Darodji, turut memberikan apresiasi atas kiprah panjang Prof Erfan Soebahar. Menurutnya, selama mengenal Prof Erfan di Kota Semarang, ia melihat sosok ulama yang mampu memadukan keteguhan prinsip, keluasan ilmu, dan sikap moderat dalam berdakwah.

Kiai Darodji menuturkan, meski bukan asli warga Semarang, Prof Erfan mampu memperoleh kepercayaan luas dari masyarakat hingga dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia Kota Semarang selama tiga periode. Amanah tersebut, menurutnya, menjadi bukti penerimaan masyarakat atas integritas dan pengabdian.

"Sebagai seorang dai dan pendidik, Prof Erfan dikenal istiqamah menyampaikan dakwah yang santun, moderat, dan menyejukkan. Sikap itu tidak hanya tampak ketika mengajar di ruang akademik, tetapi juga dalam menyikapi berbagai persoalan keumatan dan sosial kemasyarakatan di Kota Semarang," ujarnya.

Peluncuran buku biografi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi di lingkungan perguruan tinggi sekaligus menghadirkan keteladanan tokoh yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu perjalanan hidup yang inspiratif.
Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin