TfMiBSz8TpMiGSWiBUO5GUriGi==
00 month 0000

Headline:

Haul Ki Ageng Pandanaran, Sekum MUI Kota Semarang: Warisan Sejarah Harus Terus Dijaga


Semarang – Haul dan Tradisi Ganti Luwur Ki Ageng Pandanaran kembali digelar di Kompleks Makam Mugasari, Kota Semarang, Sabtu (11/7/2026).

Kegiatan tahunan yang diselenggarakan Yayasan Ki Ageng Pandanaran itu menjadi momentum untuk mengenang perjuangan pendiri Semarang sekaligus merawat nilai-nilai sejarah dan keagamaan.

Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Ki Ageng Pandanaran itu dihadiri Wali Kota Semarang, jajaran SKPD, tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam.

Sekretaris Umum MUI Kota Semarang, Dr. KH. Ismail, SM., M.Ag., menilai haul tidak sekadar menjadi tradisi tahunan, tetapi juga pengingat agar masyarakat mengenal kembali perjuangan Ki Ageng Pandanaran sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Kota Semarang.

Menurutnya, kemajuan kota saat ini tidak boleh membuat masyarakat melupakan warisan sejarah yang telah dibangun para pendahulu.

"Kota Semarang saat ini telah menjelma menjadi kota metropolis yang maju pesat, baik sebagai pusat perdagangan, kota budaya, maupun kota yang religius," ujarnya.

Karena itu, Ismail mengajak masyarakat menjadikan haul sebagai ibrah untuk menjaga nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu sekaligus memperkuat harmoni di tengah kehidupan masyarakat yang semakin beragam.

"Warisan sejarah dan nilai luhur ini harus terus dijaga demi menjaga harmoni dan kemakmuran bagi seluruh warga Kota Semarang," lanjutnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang menegaskan komitmen pemerintah untuk terus merawat situs-situs bersejarah di Kota Semarang. Menurutnya, Kompleks Makam Ki Ageng Pandanaran merupakan salah satu situs budaya yang memiliki nilai penting bagi perjalanan sejarah kota.

"Kami terus berupaya menghidupkan situs Ki Ageng Pandanaran ini sebagai bagian dari situs budaya yang sangat penting di Kota Semarang," tegas Wali Kota.

Ia mengatakan komitmen tersebut akan diwujudkan melalui pembenahan fisik kawasan, terutama akses menuju kompleks makam agar lebih mudah dijangkau masyarakat dan peziarah.

"Sebagai langkah nyata, ke depan perlu ada pembenahan fisik, terutama jalur jalan menuju kompleks makam ini agar para peziarah dan masyarakat dapat mengaksesnya dengan lebih nyaman dan aman," lanjut Walikota.
Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin