TfMiBSz8TpMiGSWiBUO5GUriGi==
00 month 0000

Headline:

MUI Kota Semarang Ajak LDII Perkuat Toleransi dan Harmoni Umat - MUI Punya Peran Strategis Pemersatu Umat

Ketua MUI Kota Semarang, Prof Dr KH Moh Erfan Soebahar MAg menysmpaikan materi dalam acara pelantikan dan peningkatan kapasitas Pengurus DPD LDII Kota Semarang Periode 2026–2030, di Ballroom Grasia Semarang, Sabtu (25/4/2026).

SEMARANG — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang, Prof Dr KH Moh Erfan Soebahar MAg, menegaskan pentingnya menjaga persatuan umat Islam dalam bingkai toleransi dan inklusivitas. Hal itu disampaikannya dalam acara pelantikan dan peningkatan kapasitas Pengurus DPD LDII Kota Semarang Periode 2026–2030, di Ballroom Grasia Semarang, Sabtu (25/4/2026).

Dalam paparannya, Prof Erfan yang didaulat sebagai narasumber dalam peningkatan kapasitas pengurus, menyampaikan bahwa MUI memiliki peran strategis sebagai pemersatu umat di tengah keberagaman organisasi dan latar belakang keagamaan. Ia mengibaratkan MUI sebagai “tenda besar” yang menaungi seluruh elemen umat Islam.

“Sejak awal berdiri pada 26 Juli 1975, MUI hadir untuk memikirkan dan berbuat sesuatu bagi umat dan bangsa. MUI menjadi wadah yang merangkul semua golongan dalam ukhuwah islamiyah tanpa memandang organisasi maupun mazhab,” ujarnya.

Ia menekankan, perbedaan yang ada di tengah masyarakat merupakan keniscayaan yang harus dikelola secara bijaksana. Menurutnya, dialog konstruktif dan musyawarah menjadi kunci untuk menemukan titik temu dalam setiap perbedaan pandangan.

“Kalau ada perbedaan, jangan dipatahkan, tetapi diluruskan perlahan. Kita kelola dengan dialog dan musyawarah agar tetap mengarah pada tujuan bersama, yakni mencari ridha Allah,” katanya.

Prof Erfan juga mengingatkan pentingnya memahami dakwah secara komprehensif. Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat tiga jenis dakwah. Pertama, dakwah setan yang mengajak di luar Allah. Kedua dakwah sesat yang mengarah pada pengkultusan individu. Serta ketiga, dakwah ilallah yang mengajak kepada jalan Allah SWT.

“Dakwah yang benar adalah dakwah ilallah, yang mengajak kepada kebaikan dan ketakwaan. Ini yang harus menjadi fokus kita bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya moderasi beragama, literasi digital, serta peningkatan kapasitas dai agar dakwah tetap relevan dengan perkembangan zaman. Ia juga mendorong ormas Islam, termasuk LDII, untuk memperkuat sinergi melalui program bersama di bidang dakwah, pendidikan, dan aksi sosial.

“Organisasi harus dikelola dengan baik dalam semangat berjamaah. Dari situ akan lahir sinergi, komunikasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

Di akhir paparannya, Erfan mengajak seluruh pengurus LDII untuk aktif berkontribusi dalam memperkuat akhlak mulia, kedisiplinan ibadah, serta membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Melalui peran bersama dalam ‘tenda besar’ umat, kita siapkan diri meraih ridha Allah dengan mempraktikkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin