TfMiBSz8TpMiGSWiBUO5GUriGi==
00 month 0000

Headline:

Tarling MUI Semarang di Rumah Dinas Wali Kota, dr Hakam Ungkap Hikmah Puasa bagi Kesehatan

Pengurus MUI Kota Semarang yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Dr dr H Muchamad Hakam SpPD Finasim menyampaikan tausyiah saat tarawih keliling di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Senin (9/3/2026). 

SEMARANG - Malam ke-20 Bulan Ramadan di Rumah Dinas Wali Kota Semarang terasa hangat dan penuh kekhusyukan. Di bawah langit yang teduh, lantunan ayat suci Al-Qur’an mengalun mengiringi ratusan jamaah yang memadati halaman rumah dinas tersebut, Senin (9/3/2026). 

Mereka hadir dalam kegiatan tarawih keliling (tarling) yang digelar Pemerintah Kota Semarang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang, sekaligus berbagi kebahagiaan melalui santunan bagi anak yatim dan dhuafa.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap Ramadan itu, menghadirkan Ustadz Ahmad Mundzir Ah MPd sebagai imam shalat tarawih. Suara adzan dikumandangkan oleh Azka Maulana Dzulkarnain Ah, sementara tausiyah disampaikan Dr dr H Muchamad Hakam SpPD Finasim, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Di hadapan pengurus MUI Kota Semarang, tokoh masyarakat, jamaah, serta anak-anak dari panti asuhan, dr Hakam mengajak jamaah merenungkan makna puasa Ramadan tidak hanya sebagai ibadah spiritual, tetapi juga sebagai anugerah bagi kesehatan tubuh.

Ia mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbaiki kualitas hidup. Menurutnya, puasa menghadirkan berbagai manfaat fisiologis bagi tubuh manusia.

“Puasa memang ibadah ritual, tetapi Allah juga memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Ketika kita berpuasa, tubuh mengalami proses detoksifikasi, racun-racun yang selama ini masuk ke tubuh mulai dibersihkan,” ungkapnya.

Dalam penjelasannya, dr Hakam menggambarkan bagaimana sistem pencernaan manusia yang biasanya bekerja tanpa henti akhirnya mendapat kesempatan beristirahat selama berpuasa. Kondisi tersebut membuat metabolisme tubuh menjadi lebih seimbang, termasuk dalam menjaga kadar gula darah dan profil lemak dalam tubuh.

Ia juga menjelaskan bahwa puasa dapat membantu meningkatkan sensitivitas hormon insulin yang diproduksi pankreas. Hal ini berdampak pada kestabilan gula darah dan dapat menurunkan risiko penyakit seperti diabetes.

“Selain itu, puasa juga membantu memperbaiki profil lemak tubuh. Kolesterol jahat bisa menurun, sementara kolesterol baik meningkat. Ini sangat baik untuk mencegah penyakit jantung dan pembuluh darah,” jelasnya.

Ia mengungkapkan bahwa puasa juga memicu proses alami tubuh yang disebut autofagi, yakni mekanisme pembersihan sel-sel tubuh dari komponen yang sudah rusak atau tidak berfungsi. Proses ini dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan sel dan memperlambat proses penuaan.

dr Hakam pun mengingatkan, agar manfaat puasa dapat dirasakan secara optimal, pola makan saat sahur dan berbuka tetap harus dijaga. Ia menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi protein, sayur, dan buah, serta tidak berlebihan mengonsumsi makanan berlemak atau gorengan.

“Jangan sampai saat berbuka kita justru makan berlebihan. Puasa akan lebih bermanfaat jika diiringi pola makan yang sehat dan aktivitas fisik yang cukup, tidak boleh mager, malas gerak,” katanya.

Ia mengajak masyarakat tetap aktif bergerak selama Ramadan, misalnya dengan berjalan kaki setiap hari. Aktivitas fisik ringan, menurutnya, mampu membantu menjaga kesehatan tulang dan meningkatkan kebugaran tubuh.

Di penghujung tausiyahnya, dr Hakam berharap umat Islam dapat memanfaatkan sisa hari Ramadan dengan sebaik-baiknya, sehingga ibadah puasa tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membawa manfaat bagi kesehatan dan kehidupan sehari-hari.

“Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menyelesaikan Ramadan dengan baik dan dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun yang akan datang,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tarling itu, MUI Kota Semarang tidak hanya menghadirkan suasana ibadah bersama, tetapi juga mempererat kebersamaan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat. Kehadiran anak-anak yatim yang menerima santunan menambah nuansa haru dan kebahagiaan pada malam Ramadan tersebut.


Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin