TfMiBSz8TpMiGSWiBUO5GUriGi==
00 month 0000

Headline:

Buka Puasa Bersama Milad ke-5 Rumah Mualaf Semarang, Prof Erfan: Tak Ada Kata Terlambat Belajar Al-Qur’an

Sejumlah tokoh foto bersama  dengan mualaf di Rumah Mualaf Kota Semarang, Ahad (15/3). 

SEMARANG – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai acara buka puasa bersama dalam rangka penutupan Kajian Ramadan 1447 Hijriah sekaligus peringatan milad ke-5 Rumah Mualaf Kota Semarang. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Rumah Tahfiz Masjid Al Azhar Permata Puri, Ngaliyan, Ahad (15/3).

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh dan pengurus lembaga keagamaan di Kota Semarang, di antaranya Ketua MUI Kota Semarang Prof Dr KH Moh Erfan Soebahar MA, Ketua Mualaf Center Jawa Tengah yang juga Ketua PCNU Kota Semarang Dr KH Anasom MHum, dan Ketua Baznas Kota Semarang H Arnaz Agung Andrarasmara SE MM. 

Kemudian, Pembina Rumah Mualaf Kota Semarang KH Dr Amiin Farih MAg, Ketua Rumah Mualaf Kota Semarang H Nur Fuad, Ketua Takmir Masjid Al Azhar H Tri Waluya, serta para pengurus dan jamaah mualaf.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kota Semarang Prof Erfan Soebahar memberikan motivasi kepada para mualaf agar terus semangat mempelajari Al-Qur’an, meskipun sebagian dari mereka memulai belajar di usia yang tidak lagi muda.

Ia menegaskan bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Bahkan, menurutnya, Rasulullah SAW baru menerima wahyu pertama ketika berusia 40 tahun.

“Usia para mualaf di sini ada yang 40, 50, bahkan 60 sampai 70 tahun. Itu bukan berarti terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Rasulullah sendiri diangkat menjadi rasul pada usia 40 tahun ketika wahyu pertama turun melalui Malaikat Jibril,” ujarnya.

Menurutnya, semangat mempelajari Al-Qur’an harus terus dipupuk karena kitab suci tersebut akan memberikan syafaat bagi para pembacanya di hari kiamat.

“Belajarlah Al-Qur’an dengan sungguh-sungguh. Di tempat saya juga ada yang baru belajar Iqra di usia 60 tahun. Yang penting adalaha kemauan dan kesungguhan. Al-Qur’an kelak akan memberi syafaat kepada orang yang membacanya,” katanya.

Sementara itu, Pembina Rumah Mualaf Kota Semarang Dr KH Amin Farih menyampaikan, selama lima tahun berdiri, Rumah Mualaf terus berupaya mendampingi para mualaf agar semakin mantap dalam menjalani kehidupan beragama.

Melalui berbagai program seperti kajian keislaman, pembelajaran membaca Al-Qur’an, hingga pembinaan spiritual, Rumah Mualaf diharapkan menjadi tempat bertumbuhnya keimanan bagi para mualaf di Kota Semarang.

Acara yang diakhiri dengan doa dan buka puasa bersama tersebut berlangsung penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum mempererat ukhuwah antara para mualaf, tokoh agama, dan berbagai lembaga Islam di Kota Semarang. 

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin