TfMiBSz8TpMiGSWiBUO5GUriGi==
00 month 0000

Headline:

Perkuat Silaturahmi dan Kolaborasi, MUI Kota Semarang Hadiri Kemah Pembauran Ormas

 


Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang turut ambil bagian dalam Kemah Pembauran Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Kota Semarang yang diselenggarakan selama tiga hari, Rabu–Jumat (4–6 Februari 2026), bertempat di Green Grass Cikole, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 peserta yang berasal dari berbagai organisasi kemasyarakatan di Kota Semarang, dan menjadi ajang penguatan pembauran, komunikasi, serta sinergi lintas ormas melalui pendekatan edukatif dan kebersamaan di alam terbuka.

‎Dalam kegiatan tersebut, MUI Kota Semarang diwakili oleh dua delegasi, yakni Dr. Muhammad Nurkhanif, M.S.I (Sekretaris II) dan Khoirul Adib, S.Kom (Komisi TIK dan Penerbitan) Keikutsertaan MUI Kota Semarang menjadi wujud komitmen organisasi keagamaan untuk terus berperan aktif dalam memperkuat harmoni sosial, nilai kebangsaan, serta kolaborasi yang konstruktif antara ormas dan pemerintah daerah.

‎Hadir juga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, SH, S.IP, dalam arahannya menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan merupakan keniscayaan dalam sistem demokrasi. Oleh karena itu, keberadaan ormas harus mampu menempatkan diri sebagai bagian dari solusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

‎Beliau  juga menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab ormas dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, termasuk dalam pengelolaan program dan kegiatan yang bersumber dari dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, dana hibah yang diberikan kepada ormas harus dimanfaatkan secara optimal, transparan, dan akuntabel agar benar-benar berdampak bagi masyarakat.

‎“Dana hibah yang diberikan kepada organisasi kemasyarakatan harus dikelola secara optimal, transparan, dan akuntabel agar benar-benar memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat. Ormas harus memastikan bahwa setiap program yang dijalankan berdampak langsung dan menjadi bagian dari solusi bagi persoalan sosial,” tegas Bambang Pramusinto.


‎Perwakilan MUI Kota Semarang Dr. Muhammad Nurkhanif, M.S.I menilai bahwa Kemah Pembauran Ormas merupakan ruang strategis untuk mempererat komunikasi dan membangun saling pengertian antarorganisasi kemasyarakatan di tengah keberagaman latar belakang.

‎“Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat silaturahmi dan menumbuhkan kesadaran bersama bahwa perbedaan bukanlah penghalang. Justru dari keberagaman inilah lahir kekuatan kolektif untuk menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan menciptakan stabilitas sosial,” ujar Dr. Muhammad Nurkhanif, M.S.I yang juga selaku Sekretaris II MUI Kota Semarang.

‎Sementara itu, Khoirul Adib, S.Kom menyampaikan bahwa Kemah Pembauran Ormas juga memberikan penguatan substantif bagi ormas, khususnya dalam memahami peran strategisnya sebagai mitra pemerintah daerah.

‎“Melalui forum ini, kami tidak hanya mempererat silaturahmi antarormas, tetapi juga memperoleh informasi langsung dari pemerintah, khususnya melalui fasilitasi Kesbangpol, terkait koordinasi, kolaborasi lintas ormas, serta pemanfaatan dana hibah agar dapat dioptimalkan secara tepat sasaran dan memberi kebermanfaatan luas bagi masyarakat,” jelasnya.

‎Kemah Pembauran Ormas Kota Semarang ini diharapkan mampu melahirkan semangat kolaborasi yang berkelanjutan antarorganisasi kemasyarakatan, memperkuat peran ormas sebagai perekat sosial, serta memastikan bahwa keberadaan ormas benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan menjadi bagian dari solusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin