TfMiBSz8TpMiGSWiBUO5GUriGi==
00 month 0000

Headline:

MUI Kota Semarang Berpartisipasi dalam Aksi Bersih Sampah dan Penanaman Pohon Peringatan HPSN 2026

Sejumlah Pengurus MUI foto bersama dalam kegiatan Aksi Bersih Sampah Serentak dan Penanaman Pohon di kawasan Kali Tawang Mas Semarang Barat, Selasa, 24 Februari 2026.
Sejumlah Pengurus MUI foto bersama dalam kegiatan Aksi Bersih Sampah Serentak dan Penanaman Pohon di kawasan Kali Tawang Mas Semarang Barat, Selasa, 24 Februari 2026.

SEMARANG – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Semarang berpartisipasi dalam kegiatan Aksi Bersih Sampah Serentak dan Penanaman Pohon yang digelar pada Selasa, 24 Februari 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Kali Tawang Mas, tepatnya di depan Gereja Katolik Paroki Santo Mikael Semarang Indah, Kelurahan Tawangmas, Kecamatan Semarang Barat. 

Aksi tersebut digelar menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), yang mendorong kepedulian bersama terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Sejumlah pengurus MUI Kota Semarang hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Kehadiran para tokoh agama ini menjadi simbol penting kolaborasi lintas elemen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah aliran sungai yang rentan terhadap penumpukan sampah.

Sekretaris Umum MUI Kota Semarang, Dr. H. Ismail, S.M., M.Ag., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap sampah merupakan bagian dari ajaran Islam yang relevan dengan konsep “eco teologi” dalam perspektif keislaman. Menurutnya, kebersihan bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga bagian dari nilai keimanan.

“Dalam Islam ada hikmah tersendiri, ada hadist menyebutkan At-Thohuru syathrul iman atau kalimat yang masyhur Annadhofatu minal iman, bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Ini menjadi landasan penting agar kesadaran menjaga lingkungan, termasuk pengelolaan sampah, tumbuh baik secara individu maupun kolektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika kesadaran peduli sampah dapat dibangun secara konsisten di tengah masyarakat, maka dampaknya akan sangat besar bagi terciptanya lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah.

Oleh karena itu, kegiatan seperti HPSN tidak sekadar seremonial, tetapi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Melalui momentum HPSN 2026 ini, MUI Kota Semarang berharap nilai-nilai keagamaan dapat semakin memperkuat gerakan peduli lingkungan, sehingga kebersihan dan kelestarian alam menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat.



Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin